Senin, 01 November 2021

Laporan Kegiatan Grand Launching PPUMI & Gerakan Satu Juta Sertifikasi Halal Gratis Bagi UMKM”

 Nama : Yohanes Bagas Ari Widatama

NIM : 20200801179

Jurusan : Teknik Informatika


 

Laporan Kegiatan

Grand Launching PPUMI & Gerakan Satu Juta

Sertifikasi Halal Gratis Bagi UMKM”

 

I.                   PENDAHULUAN

Teknologi telah membuka banyak peluang. Kemajuan ini menjadi kesempatan untuk banyak pengusaha memulai bisnisnya terutama UMKM. Dalam Forum Khadijah ini akan banyak dibahas seputar UMKM, Sertifikasi Halal untuk produk, Digital Marketing, seputar wirausaha, bisnis, dll. Tema dari acara ini adalah “Menuju Sejuta Sertifikasi Halal Gratis Bagi UMKM” Banyak pembicara yang luar biasa dihadirkan pada Forum ini, diantaranya :

 Pembicara Utama untuk WEBINAR DIGITALISASI pukul 08.00 - 12.00 WIB :

  • Kepala DPUK Bank Indonesia
  • Direktur Utama Telkomsel
  • Direktur Utama Bank BNI
  • Kepala BPJPH Kemenag RI
Moderator: DR. Ary Setijadi Prihatmanto

Pembicara Utama untuk LAUNCHING PPUMI & HLPD pukul 13.00 - 16.30 WIB :

  • Gubernur BI (Bpk Perry Wardjiyo)
  • Menteri Keuangan (Ibu Sri Mulyani)
  • Menteri Koperasi & UMKM (Bpk Teten Masduki)
  • Komisaris Utama Bukalapak (Bpk Bambang Brodjonegoro)
  • Direktur Utama BRI (Bpk Sunarso)

Moderator: Bpk Agus Muharram (Pemerhati Ekonomi & UMKM)

II.                Kegiatan Sesi I

 

v  Narasumber 1 :

Pembicara : Ibu Yunita Resmi Sari (Kepala DPUK Bank Indonesia)

*SS bukti diambil pada pukul  09:57

Materi : 

Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia menunjukan posisi yang sangat strategis. Disisi lain untuk meningkatkan kapasitas usahanya, UMKM membutuhkan bantuan dana. Biasanya yang utama adalah dari perbankan. Akses pendanaan oleh perbankan masih terbatas. Selain itu ada potensi lain. Potensi ini adalah dari penggunaan Internet untuk digitalisasi UMKM. Digitalisasi ini merupakan potensi yang sangat besar karena penggunaan Internet sudah sangat banyak dewasa ini. Dalam pengguna internet, sebanyak 59,71% merupakan anak muda dari usia 23-35 tahun yang mengerti tentang dunia digital.

Sebanyak 77,95% UMKM terdampak oleh Pandemi COVID 19 ini. Belum lagi tantangan dalam akses pendanaan oleh perbankan (perbankan menyalurkan kredit baru sebesar 20% ke UMKM). Hal ini disebabkan oleh keterbatasan UMKM dengan tidak adanya agunan dan dokumen formal. Dokumen formal ini penting untuk meyakinkan perbankan mengenai visibility atau kelayakan dari aplikasi UMKM tersebut. Ini menjadi tantangan untuk regulator untuk mendorong agar UMKM dapat memenuhi hal ini.

Framework Bank Indonesia untuk memajukan UMKM :












Kendala dari UMKM untuk mengakses perbankan salah satunya disebabkan oleh Assymetric Information yaitu ketidakseimbangan informasi antara UMKM dengan lembaga keuangan. Assymetric Information yang dialami UMKM disebabkan oleh kurangnya kesadaran pencatatan keuangan. Pelaku UMKM kebanyakan masih mengunakan pencatatan manual ataupun ingatan. Hal ini mengakibatkan :

  • Tidak dapat memisahkan PTK pribadi dengan usaha.
  • UMKM tidak dapat memenuhi standar pelaporan keuangan yang lazim digunakan untuk memperoleh pembiyayaan perbankan/IKNB.
  • UMKM tidak dapat meningkatkan usahanya.
Bank Indonesia mengembangkan sebuah sistem yang dinamakan “SIAPIK” yang secara digital membantu pencatatan keuangan UMKM. 












SIAPIK ini sangat membantu untuk pencatatan keuangan karena yang biasanya menggunakan banyak pembukuan, lewat SIAPIK semuanya serba otomatis karena telah di digitalisasi. Jadi para pelaku UMKM tidak perlu terlalu pusing mengenai pembukuan.

Point penting yang perlu diperhatikan kedepannya terutama untuk UMKM :

  • UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Namun demikian pengembangan UMKM masih mengalami tantangan diantaranya dalam akses keuangan
  • Potensi digitalisasi dalam pengembangan UMKM rneningkat seiring dengan pesatnya perkembangan ekosistern digital
  • Program peningkatan akses keuangan UMKM secara digital salah satunya melalui SIAPIK yang dilakukan Bank Indonesia di pusat dan daerah, bersinergi dengan Lembaga Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian/Lembaga lainnya.

 

v  Narasumber 2 :

Pembicara : Bapak Dharma Simorangkir (Direktur Utama Telkomsel)


*SS bukti diambil pada pukul  09:54


Materi :

Dunia sudah “World it’s not used to be” atau sudah sangat berbeda. Sejak pandemi yang dilakukan secara tradisional ataupun fisik sekarang menjadi begitu berbeda seperti didigatilasasi. Digitalisasi sebenarnya menjadi kesempatan dan potensi untuk UMKM.











Semua orang sudah berubah. Semua orang banyak yang telah memiliki handphone. Pada zaman sekarang yang tidak bisa mengimbangi arus maka akan tertinggal, begitupun usaha. Digitalisasi mengambil peranan yang sangat penting pada zaman sekarang untuk dapat secara cepat memasarkan suatu produk. Bahkan orang yang sudah memiliki toko di marketplace bisa saja tetap tidak mengalami peningkatan. Ada unsur penting dalam memasarkan produk pada era digital ini.

Pemasaran zaman dulu dan zaman sekarang sungguh sangat berbeda. Traditional marketing sudah banyak ditinggalkan oleh para pelaku UMKM hingga perusahaan-perusahaan besar. Papan-papan reklame di jalan tol sudah banyak yang putih zaman sekarang. Zaman sekarang dunia marketing sudah pindah ke dunia digital. Istilanya adalah Digital Marketing. Cost untuk digital marketing lebih murah namun lebih efektif daripada traditional marketing.

Contoh UMKM yang sukses lewat pemasaran digital (digital marketing) :











 Alur pemasaran digital :

Perencanaan

Set rencana branding (pemberian identitas produk) dan materi yang akan digunakan untuk promosi.

 Menarik Customer (SEO, Sosmed, Influencer, Media publikasi, Blog)

Penjajakan, Publikasikan konten dengan tujuan membuat customer menyadari kebutuhannya. Pengukuran :

·         Jumlah pengunjung naik.

·         Biaya iklan perkunjungan.

·         Jumlah follower.

.       Meyakinkan Customer

Pertimbangan, Publikasikan konten yang bertujuan meyakinkan customer kenapa memilih produk kita.

Pengukuran :

·         Jumlah prospek.

·         Waktu kunjungan.

·         Jumlah like, komen, dan share.

.      Meyakinkan Customer 

Pembelian, Buat program promosi yang menguntungkan customer. Pengukuran :

·         Jumlah penjualan.

·         Pendapatan/profit.

·         Rata-rata nilai order.

.      Rekomendasi Customer

Promosi mulut ke mulut, Ketika customer puas, customer akan memberitahukan ke calon customer lainnya. Pengukuran :

·         Repeat order.

·         Tingkat kepuasan.

·         Advokasi.

Telkomsel juga membuat inovasi untuk menambah akses UMKM ke pembeli yang lebih luas dengan aplikasi “99% Usahaku”


III.             KEGIATAN SESI II (Diskusi)

 

v  Narasumber 1

Pembicara : Bapak Teten Masduki (Menteri Koperasi & UMKM)


*SS bukti diambil pada pukul  14:31

Materi dan diskusi :

Diawal Bapak Teten membuka dengan bagaimana pemerintah sangat mendukung UMKM dan sangat mengapresiasi PPUMI. Beliau menyampaikan juga bahwa Koprasi dan UMKM diarahkan untuk melakukan transformasi besar. Arahan itu yaitu :

  • Transformasi dari informal ke formal
  • Transformasi ke digital dan pemanfaatan teknologi
  • Tranformasi ke dalam rantai nilai
  •  Modernisasi koperasi

Pemerintah juga memastikan pengadaan barang dan jasa Pemerintah Pusat dan Daerah sebesar 40% sebisa mungkin menyerap dari UMKM dan Usaha lokal sehingga UMKM dan Usaha Lokal menjadi mempunyai kepastian pasar.

Pemerintah pernah melakukan research pada 2012 bahwa Indonesia akan masuk ke-5 besar ekonomi terbesar didunia pada tahun 2030. Karena pandemi ada sedikit koreksi bahwa tahun 2045 nanti Indonesia sudah tak tertahankan masuk ke 10 besar ekonomi dunia. PR Indonesia untuk mencapai semua itu adalah struktural pemerintah dan perbaikan kinerja instansi.

v  Narasumber 2

*SS bukti diambil pada pukul  ‏‎15:51











Pembicara : Prof.Bambang P.S. Brodjonegoro, Ph.D. (Komisaris Utama Bukalapak)

Materi dan diskusi :

UMKM merupakan backbone dari perekonomian sekarang. Dalam pandemi ini E-Commerce menjadi suatu kebutuhan dibanding menjadi pilihan pada beberapa tahun terakhir (terutama saat pandemi). E-Commerce dapat memastikan UMKM yang pastinya begitu terdampak karena pandemi untuk bisa tetap melangsungkan usaha nya.  Menurut wilayah di Indonesia, kota-kota tier 1 (seperti Jakarta, Bandung, Medan, Semarang, Surabaya) berpengaruh penting terhadap pertumbuhan ekonomi yang pesat dalam E-Commerce. Dalam masa pandemi hal mengejutkan terjadi karena kota-kota yang bukan tier 1 mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat juga. Penetrasi internet dan smartphone begitu besar impact nya dalam keberlangsungan suatu E-Commerce. Kunci Peningkatan Tren E-Commerce di Indonesia :


Kemudahan yang diberikan E-Commerce tak lepas dari internet. Lewat internet E-Commerce memprovide kemudahan dalam pembayaran, pengiriman, dan costumer service. Apalagi saat ini sedang pandemi, sudah tidak heran penggunaan E-Commerce semakin pesat. Hal ini sangat mendukung potensi UMKM. Kondisi Pangsa Pasar UMKM di Indonesia :


IV.              PENUTUP

Perekonomian di Indonesia dapat maju ketika seluruh komponen yaitu pemerintah dan masyarakat dapat bersinergi dengan baik. Terutama UMKM sebagai salah satu penggerak eknomi Indonesia. Forum ini membuka mata dan pengetahuan baru seputar UMKM, alur bisnis, urusan modal dengan perbankan, transformasi digital, peluang bisnis dalam dunia digital, dll. Tidak lupa main concern acara ini adalah “Menuju 1 Juta Sertifikasi Halal” yang sangat relate sebagai salah satu negara dengan mayoritas Muslim terbanyak di dunia yang memerlukan keamanan apakah suatu produk itu halal atau tidak.

Sertifikat :



Jumat, 15 Oktober 2021

Tugas 4 Kewirausahawan - Yohanes Bagas Ari Widatama - Universitas Esa Unggul

 

Yohanes Bagas Ari Widatama

20200801179

Rangkuman materi

(sertifikat terlampir di halaman terakhir)

Narasumber 1 : M. Apud Kusaeri , Dipl.Rad , S.Pd , M.Si

Diawal Pak Apud memberikan sekilas materi seputar pegadaian, dimana dipegadaian sudah memakai system yang berbasis Syariah dan diawasi oleh orang-orang terpilih. Setelah itu menuju ke materi utama, beliau memulai dengan topik “Perubahan Paradigma”. Mindset yang ingin ditanamkan kepada para muda-mudi adalah agar menjadi “Job Creator” dibandingkan “Job Seeker”. Pak Apud mengamati sebuah ironi dimana banyak Sarjana “mengantri” untuk mendapatkan pekerjaan yang belum tentu didapatkan yang dikarenakan sedikitnya lapangan pekerjaan ditengah banyaknya calon pekerja. Pak Abud mengajak kita para muda-mudi untu melihat peluang usaha meski kecil tetapi ketika dikerjakan dengan tekun maka akan merubah keadaan.

Di era digital seperti sekarang ada mindset yang merupakan musuh besar pada era ini. Pak Abud mengemukakan bahwa musuh besar tersebut adalah mindset feodal. Mindset feodal secara sederhana adalah mindset yang dimana ingin mendapatkan sesuatu yang “wah” tapi dengan “mudah”.

Modal utama dalam merintis usaha yang pertama adalah jasmani. Kesehatan dan kebugaran badan serta jadwal yang tertata dapat mendukung kerja pintar dan kerja keras. Disamping jasmani ada mindset dan attitude yang perlu dibentuk karena mencerminkan personalitas dan karakter serta mindset yang bagus sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Knowledge atau pengetahuan tentang produk dan business plan juga penting agar fondasi usaha dapat terbangun atau setidaknya dapat lebih future proof dan teroganisir dengan baik. Disaat mencari knowledge pasti tidak lepas dari relasi dan komonitas yang dapat menambah pengetahuan seputar bisnis. Terakhir ada skill dalam memanage produk dan menjaga kualitas dan kuantitas produk. Ketika semua sudah terpenuhi dan dapat dideliveri atau dipresentasikan dengan baik maka dana akan mengikuti jika investor tertarik.

Pak Apud menyebutkan mindset yang perlu dikembangkan sebagai pengusaha. Mindset itu yaitu :

  • Berpikir Positif
  • Berani Memulai
  • Percaya Diri
  • Siap Kolaborasi
  • Disiplin
  • Jujur
  • Pantang Menyerah
  • Inisiatif

·      Didalam pandemi meski kenyataan terasa pahit tapi kita perlu mempertahankan untuk berpikiran positif dengan tidak melupakan kenyataan. Jangan pernah lari dari kenyataan , karena lari dari kenyataan tidak akan ada garis finish nya.

Dalam tantangan dan peluang, ketika ketemu tantangan jangan berfikir bahwa stuck pada suatu masalah, itu hanya tikungan. Justru ketika setiap orang berfikiran itu adalah jalan buntu maka Pak Abud menasehati kita agar berfikir itu hanya tikungan dan memberikan ilustrasi MOTO GP dimana beberapa rider memanfaatkan tikungan untuk menyalip yang lain ketika semuanya melambat.

Kerjasama adalah jalan keluar disaat tidak ingin collapse. Untuk berhasil , kolaborasi dapat memperbesar peluangnya. Banyak orang yang berkolaborasi dapat mencipatakan sesuatu yang hebat seperti pendiri Google, Youtube, Whatsapp, dan lain-lain.

Untuk strategi pasar, Pak Apud menyarankan kita perlu sangat serius tentang ini. Salah satu caranya adalah melihat analisis pasar yang sudah ada. Contoh usaha yang tertekan serta contoh yang dapat bertahan selama pandemi :




Nasib dunia usaha :

Sektor yang sektor yang berkembang minus (menurun) selama pandemi :

  • -3% busana
  • -5% perawatanbayidanibuhamil
  • -15% produkindustri
  • -31% Automotive 
  • -54% jasaproperti

Sektor usaha yang berkembang selama pandemi :

  • 59% Toiletries & cosmetics
  • 39% Hygiene & Healthcare equipment
  • 28% food & beverages
  • 24% Hygiene & Healthcare products
  • 22% financial
  • 12% obatdankimia
  • 11% komunikasi
  • 3% retail danjasa

4 kategori produk yang tumbuh signifikan secara year to date:

  • Hand sanitizer, dari 1 % ke 199 %
  • Sabun tangan cair 285%
  • Antiseptik cair 233%
  • Tisu basah 151%

Perilaku online yg berubah besar besaran di masa pandemi menurun:

  • fashion dan asesoris
  • kosmetik & kecantikan
  • travel & luggage
  • smartphone & electronic

       Perilaku online yg berubah besar2an di masa pandemi meningkat:

  • kebutuhan pokok
  • konsultasi medis
  • e learning / BDR
  • donasi
  • alat olahraga

Pesan dari Bob Sadino adalah pekerjaan yang paling enak itu hobi yang datangkan income.

Setelah mengambil keputusan langkah selanjutnya adalah mulai saja dulu baru sempurnakan kemudian. Dalam pengetahuan rencana bisnis, Pak Apud menasehati adalah sedikit-sedikit belajar “The Business Model Canvas”. Untuk skill, literasi digital adalah hal yang terpenting saat ini. The Rise of Stay At Home Economy lagi hangat sekarang karena pandemi. Pengguna internet Indonesia dapat kita lihat peluangnya lewat data ini :



Ketika kita dapat memanfaatkan “behaviour” orang Indonesia maka Smartphone dan internet dapat menjadi “carry” kita.

Pesan terakhir adalah “Kalau sudah mulai, pasti ada jalannya !” serta “Dapat kesulitan itu wajar, tapi menyerah jangan, karena Tuhan dan semesta akan membantu ketika seseorang berusaha” .  Kesimpulan :